Upaya konservasi hutan di Bumi Intimung mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Program-program yang diajukan ke provinsi berkaitan dengan pelestarian hutan dan lingkungan, diperintahkannya untuk segera ditindaklanjuti oleh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait di Samarinda.
---
Tak mudah menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, di seluruh sudut Malinau yang sudah terpelihara secara turun temurun. Terlebih di era globalisasi yang memunculkan ide-ide usaha berbasiskan produksi hutan. Sementara sebagian besar, tepatnya 90 persen dari 4,2 juta hektare wilayah Malinau, masih berupa hutan primer dari berbagai strata dan tipe hutan. Belum lagi keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang memiliki kawasan seluas 1.036.500 hektare dari 2.367.563 hektare hutan perbatasan Malinau.
Maka wajar, jika dalam kesempatan kunjungan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM Msi ke Kab Malinau, Bupati Malinau Dr. Marthin Billa, MM secara khusus meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mendukung program konservasi hutan di Bumi Intimung. Hal itu didasari tanggung jawab besar yang dibebankan pada Pemkab Malinau, namun kemampuan anggaran yang dimiliki masih diperlukan bagi program pembangunan yang bersentuhan langsung pada masyarakat.
“Kami berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat. Menjaga kelestarian hutan seluas ini tidak akan mampu kami lakukan sendiri,” ujar Marthin Billa saat kunjungan kerja Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak baru-baru ini.
Munculnya inisiatif mempertahankan lingkungan, kata Marthin Billa, didorong kesadaran bahwa Malinau tidak memiliki keunggulan dan daya saing pada sektor ekonomi maupun perdagangan dibanding kabupaten lain di Kaltim. Berkat keberhasilan menjaga lingkungan, Pemkab Malinau meraih sejumlah penghargaan. Antara lain Kalpataru di bidang Pembina Lingkungan Hidup dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Otonomi Award dari Jawa Post Institute Pro Otonomy dan Kehati Award dari Yayasan Keanekaragaman Hayati.
Dijelaskan Marthin Billa, Malinau sangat strategis bagi provinsi dan pusat dari letak geografisnya. Sebab sepanjang 408 kilometer garis batas wilayah Malinau berbatasan langsung dengan Negara Bahagian Sarawak di Malaysia Timur. Terdapat 5 kecamatan yang berbatasan langsung, yakni Kayan Selatan, Kayan Hulu, Kayan Hilir, Pujungan dan Bahau Hulu. Sedangkan Sungai Boh dan Mentarang Hulu sebagai penyanggah perbatasan. Sehingga Malinau juga menjadi beranda depan bangsa Indonesia.
Untuk itu perhatian lebih besar diminta tidak hanya untuk konservasi hutan. Namun pembangunan sarana transportasi antar desa dan kecamatan bisa mendapat alokasi dana sesuai kebutuhan. “Proyek pembangunan jalan juga kami rancang dengan baik sehingga tidak merusak kelestarian hutan dan lingkungan,” jelasnya dihadapan 60 orang rombongan dalam kunjungan kerja Gubernur Awang Faroek, di lantai II kantor Bupati Malinau.
Secara pribadi Awang Faroek memuji kondisi hutan di Malinau yang masih sangat hijau. Alasan kekaguman itu, aku Awang, melihat kondisi hutan di kabupaten dan kota lain di Kaltim. Semua hutan di Kaltim telah dilihat kondisinya melalui udara saat kunjungan kerja gubernur maupun saat kampanyenya bersama Farid Wadjdy di Pilgub Kaltim 2008 lalu. “Salut hijaunya hutan Malinau, tidak seperti Samarinda, Kukar dan Kubar yang gundul di sana-sini akibat penambangan dan logging,” ungkapnya di ruangan yang dipenuhi ratusan pegawai di lingkungan Pemkab Malinau.
Dalam perjalanan kunjungan kerja ke perbatasan di Kecamatan Bahau Hulu, Awang yang didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Tanjung Pura Mayor Jenderal Tono Suratman, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 091 Aji Surya Natakesuma Kolonel Musa Bangun dan seluruh pimpinan SKPD provinsi beserta staf, melihat dari udara kehijauan hutan Malinau.
Bahkan Pangdam berulang kali melontarkan kekagumannya atas pemandangan alam itu. “Bapak Pangdam sangat kagum dengan hijaunya hutan Malinau. Beliau ini pimpinan TNI se Kalimantan dan biasa terbang melintasi hutan Kalimantan. Menurut beliau tidak ada yang sehijau di Malinau. Ini juga merupakan pujian bagi seluruh masyarakat Malinau,” katanya.
Pujian Awang Faroek dilanjutkan pernyataan dukungan penuh bagi konservasi hutan di Bumi Intimung. Program-program yang diajukan ke provinsi berkaitan dengan pelestarian hutan dan lingkungan diperintahkannya untuk segera ditindaklanjuti Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait di Samarinda.
Tidak hanya itu, proyek-proyek yang berimbas peningkatan ekonomi rakyat seperti pembukaan jalan di wilayah perbatasan akan diperjuangkan dalam anggaran provinsi. “Proyek di Malinau yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat akan kami perjuangkan di Jakarta. Asal bertujuan memajukan rakyat, jangan segan mengajukan program ke provinsi,” tegasnya. [] Red New EKSEKUTOR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar