Nugie begitu terpesona menyaksikan kerimbunan hutan Malinau saat melintas dengan pesawat MAF. “Seperti karpet hijau dilihat dari udara. Tidak ada celah untuk melihat tanah,” katanya. Iapun menyatakan kekagumannya terhadap upaya Pemkab Malinau menjaga kelestarian hutannya.
---
Upaya Pemkab Malinau melestarikan hutan melalui program konservasi hutan mendapat apresiasi tersendiri dari World Wild Foundation (WWF). Badan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyatakan kekaguman pada keasrian hutan Malinau. Termasuk flora dan fauna di dalam beserta adat-budaya di sekitar hutan konservasi.
Pernyataan itu disampaikan Duta Kehormatan Lingkungan dan Konservasi WWF Nugie Baskara saat mengunjungi perbatasan Malinau dan Malaysia di Desa Long Alango Kecamatan Bahau Hulu baru, baru-baru ini. Saat melintasi hutan Malinau dengan pesawat MAF, rasa kekaguman Nugie makin besar.
Pengalamannya berkunjung ke sejumlah daerah di Indonesia dan berbagai belahan dunia, tidak pernah melihat hutan seindah di Malinau. Sebab hijau merata tanpa kerusakan, sehingga tidak dapat melihat tanah secara langsung dengan lebatnya pepohonan. “Seperti karpet hijau dilihat dari udara. Tidak ada celah untuk melihat tanah,” ujar penyanyi yang terkenal dengan lagu ‘Tertipu’-nya itu nya saat tiba di Long Alango bersama tim WWF Indonesia dan Pemkab Malinau.
Atas nama WWF Internasional Nugie berharap kelestarian hutan di Bumi Intimung tetap dipelihara. Tidak hanya menjadi keuntungan dunia dengan produksi oksigen bagi miliaran penduduk bumi, keaslian hutan akan mendatangkan keuntungan bagi Malinau. Sebab banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang akan tertarik untuk berkunjung ke Malinau. Apalagi kelestarian hutan seluas 1.306.500 hektar yang masuk kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), dilengkapi keindahan alam lainnya. Yakni puluhan air terjun dan sungai-sungai yang bisa dijadikan ajang arung jeram.
Menurut Nugie, sangat disayangkan jika hutan tersebut tidak dipelihara. Justru harus dikembangkan bersama keragaman budaya masyarakat di sekitarnya. Ini akan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat dari kunjungan wisatawan nantinya. Imbasnya pendapatan asli daerah dari sektor jasa dan pariwisata juga akan meningkat.
Untuk itu Nugie berharap Pemkab Malinau dapat mengalokasikan anggaran bagi pemeliharaan. “Kalau bisa separuh anggaran untuk memelihara hutan. Pemerintah Pusat juga harus membantu Malinau menjaga dan mengembangkan hutannya,” kata adik pentolan grup KLA Project Katon Bagaskara ini.
Kerjasama Pemkab Malinau dengan Pusat Penelitian WWF Kabupaten Malinau di Laut Birai Bahau Hulu, diminta lebih ditingkatkan dalam pengelolaan hutan konservasi. Tidak hanya rakyat Indonesia yang peduli masalah kelestarian hutan, penduduk dunia pun akan mengalihkan pandangan ke hutan di Malinau. Jika dikelola baik, nama harum bangsa juga akan tersiar dari Malinau.
Dia berharap WWF Indonesia dapat menciptakan berbagai program untuk pemeliharaan dan pengamanan hutan. “Terima kasih kepada Bupati Malinau yang sudah turut memelihara hutan NKRI,” ungkap Nugie yang sempat menggubah sebuah lagu berjudul Long Alango, saat perjalanan udara menuju Desa Long Alango. [] Red New EKSEKUTOR
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar